<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Pake Linux</title>
	<atom:link href="http://pakelinux.jejaring.info/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pakelinux.jejaring.info</link>
	<description>Tentang Linux, Unix, dan Opensource</description>
	<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 18:07:05 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.3</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Load Balancing yang bersahabat dengan NAT</title>
		<link>http://pakelinux.jejaring.info/2008/09/24/load-balancing-yang-bersahabat-dengan-nat/</link>
		<comments>http://pakelinux.jejaring.info/2008/09/24/load-balancing-yang-bersahabat-dengan-nat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 17:56:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhisimon</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tips and Tricks]]></category>

		<category><![CDATA[connmark]]></category>

		<category><![CDATA[iptables]]></category>

		<category><![CDATA[loadbalancing]]></category>

		<category><![CDATA[nat]]></category>

		<category><![CDATA[networking]]></category>

		<category><![CDATA[routing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakelinux.jejaring.info/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah organisasi berlangganan koneksi INTERNET ke lebih dari satu ISP (Internet Service Provider). Salah satu metoda untuk mengoptimalisasikan penggunaan bandwidth adalah menggabungkan koneksi-koneksi tersebut sehingga trafik dari jaringan lokal organisasi tersebut ke INTERNET secara otomatis tersebar melalui beberapa ISP. Konsep ini dinamakan Load Balancing.

Sebuah jaringan lokal yang beranggotakan PC1 (192.168.0.1) dan PC2 (192.168.0.2). PC1 dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah organisasi berlangganan koneksi INTERNET ke lebih dari satu ISP (Internet Service Provider). Salah satu metoda untuk mengoptimalisasikan penggunaan bandwidth adalah menggabungkan koneksi-koneksi tersebut sehingga trafik dari jaringan lokal organisasi tersebut ke INTERNET secara otomatis tersebar melalui beberapa ISP. Konsep ini dinamakan Load Balancing.</p>
<p><a href="http://pakelinux.jejaring.info/wp-content/uploads/2008/09/loadbalancing.png"><img src="http://pakelinux.jejaring.info/wp-content/uploads/2008/09/loadbalancing-255x300.png" alt="" title="Ilustrasi Load Balancing" width="255" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-77" /></a></p>
<p><span id="more-76"></span>Sebuah jaringan lokal yang beranggotakan PC1 (192.168.0.1) dan PC2 (192.168.0.2). PC1 dan PC2 memiliki default gateway yang menunjuk ke 192.168.0.254 yang merupakan alamat IP dari interface eth0 milik ROUTER1. ROUTER1 sebagai gateway dari network 192.168.0.0/24 memiliki dua buah gateway ke INTERNET, yang pertama melalui interface eth1 (10.0.0.1) ke GW1 (10.0.0.2), dan yang kedua melalui interface eth2 (10.0.1.1) ke GW2 (10.0.1.2).</p>
<p>GW1 dan GW2 adalah milik dua buah ISP yang berbeda. Karena bukan milik sendiri, GW1 maupun GW2 tidak mengenal routing ke jaringan 192.168.0.0/24. Oleh karena itu, ROUTER1 melakukan NAT sehingga trafik dari PC1 dan PC2 terbungkus oleh IP yang dikenal oleh GW1 dan GW2.</p>
<p>Penjelasan pada artikel <a href="http://lartc.org/howto/lartc.rpdb.multiple-links.html">Routing for multiple uplinks/providers</a> sudah dapat menerangkan konsep load balancing sederhana. Akan tetapi metoda pada artikel tersebut tidak mendukung penggunaan NAT. Artikel tersebut hanya dapat diterapkan jika PC1 dan PC2 menggunakan alamat IP publik, yang dikenal oleh server-server di INTERNET dan juga router-router antara (dalam hal ini GW1 dan GW2).</p>
<p>Tanpa penanganan khusus, pemakaian NAT pada load balancing akan menimbulkan kekacauan. Misal, paket pertama sebuah trafik dari PC1 dialirkan melalui GW1, dalam hal ini paket tersebut akan dibungkus proses NAT oleh ROUTER1 sehingga memiliki IP 10.0.0.1 sebelum diteruskan ke GW1. Tanpa penanganan khusus, tidak ada jaminan paket berikutnya tetap melalui GW1. Misalkan paket ketiga dialirkan melalui GW2, yang sebelumnya akan dibungkus oleh ROUTER1 sehingga memiliki IP 10.0.1.1. Server tujuan akan menolak paket tersebut karena IP asal tidak sesuai dengan IP asal paket-paket sebelumnya.</p>
<p>CONNMARK adalah modul pada iptables dan netfilter yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan konsistensi routing pada load balancing yang menggunakan NAT. Sebuah trafik ditandai (diberi MARK) yang konsisten. Jika paket pertama diberi tanda 1, maka paket-paket berikutnya dari trafik tersebut diberi tanda 1 pula. Jika paket pertama diberi tanda 2, maka paket-paket berikutnya dari trafik tersebut akan diberi tanda 2 pula.</p>
<p>Berikut adalah contoh script yang dapat digunakan. Ini hanyalah merupakan sebuah contoh yang dibuat sesederhana mungkin untuk memudahkan pemahaman. Harap sesuaikan dengan kebutuhan.</p>
<blockquote><p>#!/bin/bash<br />
# Inisialisasi awal iptables<br />
iptables -t nat -F<br />
iptables -t nat -X<br />
iptables -t mangle -F<br />
iptables -t mangle -X</p>
<p># Inisialisasi target-target CONNMARK<br />
# Pada contoh ini, dibuat 2 buah target (2 ISP), sesuaikan dengan kebutuhan</p>
<p>iptables -t mangle -N CONNMARK1<br />
iptables -t mangle -N CONNMARK2</p>
<p>iptables -t mangle -A CONNMARK1 -j MARK &#8211;set-mark 1<br />
iptables -t mangle -A CONNMARK1 -j CONNMARK &#8211;save-mark</p>
<p>iptables -t mangle -A CONNMARK2 -j MARK &#8211;set-mark 2<br />
iptables -t mangle -A CONNMARK2 -j CONNMARK &#8211;save-mark</p>
<p># tandai ulang dengan tanda sebelumnya jika paket merupakan<br />
# kelanjutan dari koneksi yang sudah ada<br />
iptables -t mangle -A PREROUTING -p tcp -m state &#8211;state ESTABLISHED,RELATED \<br />
    -j CONNMARK &#8211;restore-mark</p>
<p># tandai paket-paket pertama pada awal koneksi<br />
iptables -t mangle -A PREROUTING -p tcp -m state &#8211;state NEW \<br />
    -m statistic &#8211;mode nth &#8211;every 2 &#8211;packet 0 -j CONNMARK1<br />
iptables -t mangle -A PREROUTING -p tcp -m state &#8211;state NEW \<br />
    -m statistic &#8211;mode nth &#8211;every 2 &#8211;packet 1 -j CONNMARK2</p>
<p># NAT koneksi keluar<br />
iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth1 -j MASQUERADE<br />
iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth2 -j MASQUERADE</p>
<p># buat tabel routing baru<br />
if ! cat /etc/iproute2/rt_tables | grep -q &#8216;^251&#8242;<br />
then<br />
        echo &#8216;251     koneksi1&#8242; >> /etc/iproute2/rt_tables<br />
fi<br />
if ! cat /etc/iproute2/rt_tables | grep -q &#8216;^252&#8242;<br />
then<br />
        echo &#8216;252     koneksi2&#8242; >> /etc/iproute2/rt_tables<br />
fi</p>
<p># kosongkan tabel routing khusus<br />
ip route flush table koneksi1 2>/dev/null<br />
ip route add table koneksi1 default dev eth1<br />
ip route flush table koneksi2 2>/dev/null<br />
ip route add table koneksi2 default dev eth2</p>
<p># bikin aturan routing sehingga paket di-routing ke tabel routing<br />
# sesuai dengan tanda yang dimiliki<br />
ip rule del from all fwmark 0&#215;1 lookup koneksi1 2>/dev/null<br />
ip rule del from all fwmark 0&#215;2 lookup koneksi2 2>/dev/null<br />
ip rule del from all fwmark 0&#215;2 2>/dev/null<br />
ip rule del from all fwmark 0&#215;1 2>/dev/null<br />
ip rule add fwmark 1 table koneksi1<br />
ip rule add fwmark 2 table koneksi2 </p>
<p># flush cache tabel routing<br />
ip route flush cache</p></blockquote>
<p><a href='http://pakelinux.jejaring.info/wp-content/uploads/2008/09/contoh-script-loadbalancing-nat.sh'>Kode sumber contoh script load balancing dan NAT</a></p>
<p><strong>Referensi:</strong></p>
<ul>
<li><a href="http://lartc.org/howto/lartc.rpdb.multiple-links.html">Routing for multiple uplinks/providers</a></li>
<li><a href="http://www.sysresccd.org/Sysresccd-networking_en_Iptables-and-netfilter-load-balancing-using-connmark">Sysresccd-networking en Iptables-and-netfilter-load-balancing-using-connmark</a></li>
</ul>
<p><strong>Catatan</strong>:<br />
Jika anda menggunakan <a href="http://www.centos.org/">CentOS</a> 5 atau sebelumnya, anda dapat menggunakan paket RPM iptables dari <a href="http://www.fedoraproject.org/">Fedora</a> agar iptables mendukung modul STATISTIC pada modul CONNMARK (telah diuji pada CentOS 5.2 dengan menggunakan iptables dari RPM milik Fedora 9).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakelinux.jejaring.info/2008/09/24/load-balancing-yang-bersahabat-dengan-nat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bash sebagai kalkulator sederhana di CLI (Command-Line Interface)</title>
		<link>http://pakelinux.jejaring.info/2008/09/11/bash-sebagai-kalkulator-sederhana-di-cli-command-line-interface/</link>
		<comments>http://pakelinux.jejaring.info/2008/09/11/bash-sebagai-kalkulator-sederhana-di-cli-command-line-interface/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 20:49:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhisimon</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tips and Tricks]]></category>

		<category><![CDATA[bash]]></category>

		<category><![CDATA[calculator]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakelinux.jejaring.info/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Bash, adalah sebuah shell Command-Line Interface yang sangat popular di lingkungan Unix/Linux. Seperti layaknya shell pada Unix, Bash bukanlah sebuah shell sederhana. Ia dilengkapi banyak fitur.
Salah satu penggunaan fitur pada Bash adalah sebagai kalkulator simpel, sederhana, dan ringkas. Jika anda berada dalam modus command-line, anda tidak perlu menjalankan aplikasi kalkulator untuk melakukan proses kalkulasi sederhana. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://pakelinux.jejaring.info/wp-content/uploads/2008/09/gnome-calc3.png" alt="" title="Calculator" width="48" height="48" class="alignleft size-full wp-image-66" style="float: left; padding-right: 10px; padding-bottom: 10px;" /><a href="http://www.gnu.org/software/bash/">Bash</a>, adalah sebuah shell Command-Line Interface yang sangat popular di lingkungan Unix/Linux. Seperti layaknya shell pada Unix, Bash bukanlah sebuah shell sederhana. Ia dilengkapi banyak fitur.</p>
<p>Salah satu penggunaan fitur pada Bash adalah sebagai kalkulator simpel, sederhana, dan ringkas. Jika anda berada dalam modus command-line, anda tidak perlu menjalankan aplikasi kalkulator untuk melakukan proses kalkulasi sederhana. Cukup jalankan perintah-perintah seperti berikut dalam shell Bash anda:</p>
<p>$ echo $(( 2 * 3 ))<br />
$ echo $(( 1024 * 1024 ))<br />
$ echo $(( 2321 * 3 - 4 ))</p>
<p>Selamat mencoba!</p>
<p><strong>Catatan:</strong><br />
Jangan ketik ‘$’ pada awal perintah seperti contoh-contoh perintah di atas. Tanda ‘$’ di awal baris hanya merupakan simbol shell command-line.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakelinux.jejaring.info/2008/09/11/bash-sebagai-kalkulator-sederhana-di-cli-command-line-interface/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hindari login ke sistem sebagai root</title>
		<link>http://pakelinux.jejaring.info/2008/09/11/hindari-login-ke-sistem-sebagai-root/</link>
		<comments>http://pakelinux.jejaring.info/2008/09/11/hindari-login-ke-sistem-sebagai-root/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 20:00:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhisimon</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Dogma Linux]]></category>

		<category><![CDATA[Tips and Tricks]]></category>

		<category><![CDATA[administrator]]></category>

		<category><![CDATA[security]]></category>

		<category><![CDATA[su]]></category>

		<category><![CDATA[sudo]]></category>

		<category><![CDATA[visudo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakelinux.jejaring.info/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Hindari login ke sistem sebagai &#8216;root&#8217;, mengapa? Jawaban singkatnya, karena alasan keamanan sistem dan integritas data!
Jika anda terbiasa login sebagai &#8220;administrator&#8221; pada sistem operasi lain, kurangi, bahkan hapus kebiasaan anda login ke sistem sebagai user pada level &#8220;super user&#8221;. Kebiasaan tersebut sangat beresiko. Bayangkan jika tanpa sengaja anda menghapus file-file penting pada sistem, baik karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://pakelinux.jejaring.info/wp-content/uploads/2008/09/user_icon.png" alt="" title="" width="48" height="48" class="alignnone size-full wp-image-56" style="float: left; padding-right: 10px; padding-bottom: 10px;" />Hindari login ke sistem sebagai &#8216;root&#8217;, mengapa? Jawaban singkatnya, karena alasan keamanan sistem dan integritas data!</p>
<p>Jika anda terbiasa login sebagai &#8220;administrator&#8221; pada sistem operasi lain, kurangi, bahkan hapus kebiasaan anda login ke sistem sebagai user pada level &#8220;super user&#8221;. Kebiasaan tersebut sangat beresiko. Bayangkan jika tanpa sengaja anda menghapus file-file penting pada sistem, baik karena salah klik mouse pada antarmuka grafis, ataupun salah perintah &#8220;rm -rf&#8221; di direktori /.</p>
<p><span id="more-55"></span>Lalu bagaimana jika saya harus menjalankan perintah-perintah yang hanya bisa dijalankan oleh superuser (root)?</p>
<p>Jika anda memang harus menjalankan perintah-perintah superuser, tetaplah login sebagai user biasa. Setelah login, anda dapat menggunakan mekanisme &#8220;naik pangkat&#8221; yang disediakan oleh Linux. Metoda ini sederhana tapi sangat berdaya guna.</p>
<p>Setelah login sebagai user biasa, anda dapat melakukan aktifitas-aktifitas user biasa pada umumnya. Ketika anda butuh naik pangkat, pada modus command-line interface (CLI) anda dapat menggunakan perintah &#8220;su&#8221;.</p>
<p>Misal anda login sebagai &#8220;budi&#8221;. Ketika anda ingin menginstal paket &#8220;xyz.rpm&#8221;, anda dapat mengeksekusi perintah berikut:</p>
<blockquote><p>$ su -c &#8220;/bin/rpm -ivh xyz.rpm&#8221;</p></blockquote>
<p>Atau misal anda ingin membuat sebuah user dengan id &#8220;iwan&#8221;, anda dapat menjalankan:</p>
<blockquote><p>$ su -c &#8220;/usr/sbin/useradd iwan&#8221;</p></blockquote>
<p>Jika anda ingin menjadi &#8220;root&#8221; untuk menjalankan beberapa perintah secara interaktif, cukup mengeksekusi perintah:</p>
<blockquote><p>$ su -l</p></blockquote>
<p>Setiap anda mengeksekusi perintah &#8220;su&#8221;, anda akan ditanya password user yang ingin anda pakai, dalam hal ini password dari &#8220;root&#8221; (perintah &#8220;su&#8221; tidak hanya berfungsi untuk menjadi &#8220;root&#8221; saja, tetapi bisa juga untuk menjadi user lain, misal &#8220;su -l budi&#8221; akan menjadikan anda sebagai budi, dalam hal ini masukkan password user &#8220;budi&#8221; setelah perintah &#8220;su -l budi&#8221;). Untuk informasi lebih lanjut mengenai perintah &#8220;su&#8221;, silahkan baca manual &#8220;su&#8221; dengan menjalankan perintah &#8220;man su&#8221;.</p>
<p>Selain perintah &#8220;su&#8221;, anda juga dapat menggunakan mekanisme &#8220;sudo&#8221;. &#8220;sudo&#8221; memungkinkan kita membuat list hak user dalam menjalankan perintah sebagai user lain tanpa user tersebut harus mengetahui password user lain yang ingin digunakan. Untuk mengedit list tersebut, silahkan gunakan perintah &#8220;visudo&#8221;. Untuk informasi lebih lanjut mengenai &#8220;sudo&#8221; dan &#8220;visudo&#8221;, silahkan baca manual terkait dengan perintah &#8220;man sudo&#8221; dan &#8220;man visudo&#8221;.</p>
<p>Pada distribusi seperti Fedora dan Red Hat Enterprise Linux terbaru juga tersedia pula mekanisme consolehelper sebagai pembungkus (wrapper) yang membantu user biasa yang sedang login di console (CLI maupun GUI) untuk menjalankan program sistem.</p>
<p>Keuntungan lain dari metoda login sebagai user biasa kemudian baru naik pangkat menjadi superuser ketika dibutuhkan adalah prosedur pencatatan log. Metoda ini memungkinkan pelacakan user mana yang menjalankan perintah sistem, karena pada log tercatat user tersebut login sebagai user biasa, bukan &#8220;root&#8221;. Bayangkan jika sistem anda memiliki lebih dari satu administrator. Jika semua administrator tersebut langsung login sebagai &#8220;root&#8221;, kita tidak tahu siapa yang saat ini sedang login. Jika masing-masing administrator login sebagai user biasa mereka masing-masing, kita dapat dengan mudah mengetahuinya.</p>
<p>Untuk menambah keamanan, jika anda menggunakan mekanisme &#8220;sudo&#8221;, anda dapat mengubah password &#8220;root&#8221; secara berkala tanpa harus memberitahu password &#8220;root&#8221; tersebut kepada semua administrator. Para user yang terdaftar pada file &#8220;sudoers&#8221; dapat login tanpa password &#8220;root&#8221;. Konfigurasi &#8220;sudoers&#8221; memungkinkan user menjadi &#8220;root&#8221; dengan menggunakan password user itu sendiri atau bahkan tanpa password.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakelinux.jejaring.info/2008/09/11/hindari-login-ke-sistem-sebagai-root/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pengenalan singkat RPM (RPM Package Manager)</title>
		<link>http://pakelinux.jejaring.info/2008/09/11/pengenalan-singkat-rpm-rpm-package-manager/</link>
		<comments>http://pakelinux.jejaring.info/2008/09/11/pengenalan-singkat-rpm-rpm-package-manager/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 18:55:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhisimon</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tutorial Dasar]]></category>

		<category><![CDATA[command-line]]></category>

		<category><![CDATA[redhat]]></category>

		<category><![CDATA[rpm]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakelinux.jejaring.info/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[
RPM (RPM Package Manager atau RedHat Package Manager) adalah sebuah sistem yang mengatur paket-paket yang terinstal di sistem. Dipelopori oleh Red Hat untuk Red Hat Linux, saat ini RPM digunakan pula oleh banyak distribusi besar linux lainnya.
RPM secara garis besar terdiri dari dua hal, RPM sebagai sistem manajemen paket-paket di sistem, dan juga RPM sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rpm.org/"><img src="http://pakelinux.jejaring.info/wp-content/uploads/2008/09/200px-rpm_logosvg.png" alt="" title="RPM" width="200" height="128" class="alignleft size-full wp-image-42" style="float: left; padding-right: 10px; padding-bottom: 10px; " /></a><br />
<a href="http://rpm.org/">RPM (RPM Package Manager atau RedHat Package Manager)</a> adalah sebuah sistem yang mengatur paket-paket yang terinstal di sistem. Dipelopori oleh <a href="http://www.redhat.com/">Red Hat</a> untuk Red Hat Linux, saat ini RPM digunakan pula oleh banyak distribusi besar linux lainnya.</p>
<p>RPM secara garis besar terdiri dari dua hal, RPM sebagai sistem manajemen paket-paket di sistem, dan juga RPM sebagai file paket yang dapat di-install pada sistem RPM.</p>
<p><span id="more-41"></span>Perintah-perintah dasar dalam menggunakan RPM:<br />
$ rpm -i &lt;file RPM yang ingin di-install&gt;<br />
$ rpm -U &lt;file RPM yang ingin di-upgrade&gt;<br />
$ rpm -e &lt;paket RPM yang ingin di-uninstall&gt;<br />
$ rpm -qi &lt;paket RPM yang ingin dilihat deskripsinya&gt;<br />
$ rpm -qip &lt;file RPM yang ingin dilihat deskripsinya&gt;<br />
$ rpm -qil &lt;paket RPM yang ingin dilihat deskripsi dan file-file yang terdapat pada paket tersebut&gt;<br />
$ rpm -qilp &lt;file RPM yang ingin dilihat deskripsi dan file-file yang terdapat pada paket tersebut&gt;<br />
Untuk melihat paket-paket yang ter-install pada sistem dapat menggunakan perintah:<br />
$ rpm -qa</p>
<p><strong><em>Catatan:</em></strong><br />
Jangan ketik &#8216;$&#8217; pada awal perintah seperti contoh-contoh perintah di atas. Tanda &#8216;$&#8217; diawal baris hanya merupakan simbol shell command-line.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakelinux.jejaring.info/2008/09/11/pengenalan-singkat-rpm-rpm-package-manager/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Filesystem Hierarchy Standard (FHS)</title>
		<link>http://pakelinux.jejaring.info/2008/09/11/filesystem-hierarchy-standard-fhs/</link>
		<comments>http://pakelinux.jejaring.info/2008/09/11/filesystem-hierarchy-standard-fhs/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 18:33:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhisimon</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tutorial Dasar]]></category>

		<category><![CDATA[filesystem]]></category>

		<category><![CDATA[standard]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakelinux.jejaring.info/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Unix merupakan sebuah keluarga besar sistem operasi. Terdapat beberapa sistem operasi yang merupakan anggota keluarga Unix. Bahkan Linux sebagai salah satu anggota, memiliki banyak varian distribusi. Keragaman ini membutuhkan sebuah standarisasi yang diantaranya untuk menjaga kompabilitas sistem. Salah satu standar yang diakui adalah Filesystem Hierarchy Standard (FHS) yang merupakan sebuah kesepakatan direktori-direktori utama pada filesystem.
Direktori-direktori [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Unix merupakan sebuah keluarga besar sistem operasi. Terdapat beberapa sistem operasi yang merupakan anggota keluarga Unix. Bahkan Linux sebagai salah satu anggota, memiliki banyak varian distribusi. Keragaman ini membutuhkan sebuah standarisasi yang diantaranya untuk menjaga kompabilitas sistem. Salah satu standar yang diakui adalah <a href="http://www.pathname.com/fhs/">Filesystem Hierarchy Standard (FHS)</a> yang merupakan sebuah kesepakatan direktori-direktori utama pada filesystem.</p>
<p><span id="more-35"></span>Direktori-direktori yang ditentukan oleh FHS diantaranya adalah:</p>
<ul>
<li><strong>/</strong>, merupakan direktori akar (root) dari seluruh hirarki.</li>
<li><strong>/bin/</strong>, merupakan direktori yang berisi program-program yang esensial, yang harus tersedia bahkan pada modus single user.</li>
<li><strong>/boot/</strong>, merupakan direktori tempat menyimpan file-file yang dibutuhkan oleh <em>boot loader</em>.</li>
<li><strong>/dev/</strong>, sebagai kontainer penyimpan <em>device file</em>.</li>
<li><strong>/etc/</strong>, sebagai penyimpan konfigurasi sistem</li>
<li><strong>/home/</strong>, direktori untuk menyimpan data, konfigurasi, dan file-file pribadi pengguna sistem.</li>
<li><strong>/lib/</strong>, tempat file pustaka yang dibutuhkan oleh program-program yang terdapat pada direktori /bin/ dan /sbin/.</li>
<li><strong>/media/</strong>, direktori yang berisi mountpoint dari removable media.</li>
<li><strong>/mnt/</strong>, mountpoint sementara.</li>
<li><strong>/opt/</strong>, tempat penyimpanan paket aplikasi opsional.</li>
<li><strong>/proc/</strong>, filesystem maya yang mendokumentasikan status kernel dan proses sebagai file teks.</li>
<li><strong>/root/</strong>, serupa dengan /home/, tetapi khusus untuk user &#8216;root&#8217;.</li>
<li><strong>/sbin/</strong>, program esensial yang hanya boleh dijalankan oleh superuser (user root).</li>
<li><strong>/tmp/</strong>, direktori penyimpanan sementara.</li>
<li><strong>/usr/</strong>, hierarki kedua untuk menyimpan program dan data aplikasi multi pengguna (berisi direktori-direktori seperti pada /, misal /usr/bin/, /usr/sbin/, /usr/lib/, /usr/var/, dan lain-lain).</li>
<li><strong>/var/</strong>, tempat penyimpanan file-file variabel, seperti file log, antrian printer, file email sementara, dan lain-lain.</li>
</ul>
<p>Sumber:</p>
<ul>
<li>Entri <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Filesystem_Hierarchy_Standard">Filesystem Hierarchy Standard</a> di Wikipedia</li>
<li><a href="http://www.pathname.com/fhs/">Situs FHS</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakelinux.jejaring.info/2008/09/11/filesystem-hierarchy-standard-fhs/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Masalah suara pada plugin flash di Firefox (Linux Fedora 9)</title>
		<link>http://pakelinux.jejaring.info/2008/09/08/masalah-suara-pada-plugin-flash-di-firefox/</link>
		<comments>http://pakelinux.jejaring.info/2008/09/08/masalah-suara-pada-plugin-flash-di-firefox/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 15:51:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhisimon</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Multimedia di Linux]]></category>

		<category><![CDATA[Troubleshooting Linux]]></category>

		<category><![CDATA[fedora]]></category>

		<category><![CDATA[firefox]]></category>

		<category><![CDATA[flash]]></category>

		<category><![CDATA[plugins]]></category>

		<category><![CDATA[pulseaudio]]></category>

		<category><![CDATA[sound]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakelinux.jejaring.info/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Setelah beberapa lama saya memakai desktop Linux Fedora 9, saya akhirnya menyadari kalau plugin flash di firefox tidak dapat mengeluarkan suara. Flash-flash yang ditampilkan bisu. Termasuk video-video pada YouTube.
Setelah googling sana-sini, akhirnya saya menemukan sebuah entri lama di suatu blog, firefox: no sound on flash videos. Intinya, ternyata adobe-flash-plugin yang saya install melalui yum tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah beberapa lama saya memakai desktop Linux <a href="http://fedoraproject.org/">Fedora 9</a>, saya akhirnya menyadari kalau plugin flash di <a href="http://www.mozilla.com/firefox/">firefox</a> tidak dapat mengeluarkan suara. Flash-flash yang ditampilkan bisu. Termasuk video-video pada <a href="http://www.youtube.com/">YouTube</a>.</p>
<p>Setelah googling sana-sini, akhirnya saya menemukan sebuah entri lama di suatu blog, <a href="http://clunixchit.blogspot.com/2007/11/firefox-no-sound-on-flash-videos.html">firefox: no sound on flash videos</a>. Intinya, ternyata <em>adobe-flash-plugin</em> yang saya install melalui <em>yum</em> tidak memasukkan <em>libflashsupport</em> sebagai <em>dependencies</em>. Padahal pada <em>libflashsupport</em>-lah tersedia antarmuka ke sistem suara, dalam hal ini <a href="http://www.pulseaudio.org/">pulseaudio</a>.</p>
<p>Untuk memperbaiki permasalahan ini, cukup menjalankan satu perintah:</p>
<blockquote><p>yum install libflashsupport</p></blockquote>
<p>Tadaaaaa&#8230; akhirnya saya bisa menonton video-video di YouTube lengkap dengan suaranya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakelinux.jejaring.info/2008/09/08/masalah-suara-pada-plugin-flash-di-firefox/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Fedora 9 telah diluncurkan</title>
		<link>http://pakelinux.jejaring.info/2008/05/14/fedora-9-telah-diluncurkan/</link>
		<comments>http://pakelinux.jejaring.info/2008/05/14/fedora-9-telah-diluncurkan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 May 2008 04:26:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhisimon</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Desktop Linux]]></category>

		<category><![CDATA[fedora]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakelinux.jejaring.info/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[
Fedora 9 telah diluncurkan. Fitur-fitur pada release ini diantaranya adalah (diterjemahkan secara bebas dari Release Note):


Gnome 2.2 yang kini dilengkapi oleh utiliti pembuatan video &#8220;Cheese&#8221;, sistem file jaringan yang telah dikembangkan, applet jam internasional baru, dukungan Google Calendar dan kustomasi label pada email di Evolution, Remote Desktop viewer baru, fitur aksesibilitas yang baru dikembangkan, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://fedoraproject.org/"><img class="alignnone size-full wp-image-29" title="Fedora 9" src="http://pakelinux.jejaring.info/wp-content/uploads/2008/05/f9release.png" alt="" width="200" height="100" /></a></p>
<p><a href="http://fedoraproject.org/">Fedora</a> 9 telah diluncurkan. Fitur-fitur pada <em>release</em> ini diantaranya adalah (diterjemahkan secara bebas dari <a href="http://docs.fedoraproject.org/release-notes/">Release Note</a>):<br />
<span id="more-28"></span>
<ul>
<li><a href="http://www.gnome.org/start/2.22/notes/C/">Gnome 2.2</a> yang kini dilengkapi oleh utiliti pembuatan video &#8220;Cheese&#8221;, sistem file jaringan yang telah dikembangkan, applet jam internasional baru, dukungan Google Calendar dan kustomasi label pada email di Evolution, Remote Desktop viewer baru, fitur aksesibilitas yang baru dikembangkan, dan integrasi PolicyKit.</li>
<li> KDE 4.0.3 tersedia pada KDE Live Image begitu pula pada DVD regular.</li>
<li><a href="http://fedoraproject.org/wiki/NetworkManager">NetworkManager</a> 0.7, menyediakan dukungan <em>mobile broadband</em> termasuk GSM dan CDMA, yang juga kini mendukung multi perangkat dan jaringan <em>ad-hoc</em> untuk membagi koneksi. NetworkManager kini aktif secara default pada instalasi dari CD, DVD, jaringan, dan <em>Live images</em>.</li>
<li> Installer Fedora, Anaconda, kini mendukung pengubah ukuran partisi ext2/3, NTFS, membuat dan menginstall ke sistem file terenkripsi, RescueMode yang telah dikembangkan dengan FirstAidKit, lokasi independen untuk instalasi tahap kedua dan paket software.</li>
<li> Live USB kini mendukung <em>persistence</em>, sehingga data anda tersimpan bahkan setelah reboot.</li>
<li><a href="http://www.packagekit.org/">PackageKit</a> sebuah set baru tool grafis dan konsol yang menyediakan kerangka manajemen software antar distribusi, telah menggantikan Pirut. Pengupdate berbasis grafis PackageKit menggantikan Pup. Dengan PackageKit di belakang, performa yum secara signifikan meningkat.</li>
<li> FreeIPA membuat manajemen audit, identifikasi, dan proses kebijakan menjadi lebih mudah dengan menyediakan provisi command line maupun berbasis web, dan tool administrasi untuk memudahkan administrasi sistem. FreeIPA menkombinasikan kekuatan Fedora Directory Server dengan FreeRADIUS, MIT Kerberos, NTP, dan DNS untuk menyediakan sebuah solusi mudah dan <em>out of the box</em>.</li>
<li> Ext4, the next version of the mature and stable ext3 filesystem is available as a option in this release. Ext4 features better performance, higher storage capacity and several other new features.</li>
<li><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ext4">, versi berikut dari sistem file ext3 yang stabil dan matang kini tersedia sebagai opsi. Ext4 memberikan performa yang lebih baik, kapasitas penyimpan yang lebih tinggi, dan beberapa fitur baru.</a></li>
<li><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ext4"> Release Fedora ini menggunakan </a><a href="http://upstart.ubuntu.com/">Upstart</a>, sebuah pengganti /sbin/init berbasis event.</li>
<li> Firefox 3 menyediakan peningkatan besar termasuk sebuah <em>look and feel</em> asli, integrasi desktop, &#8220;Places&#8221; sebagai pengganti baru dari &#8220;bookmark&#8221; address bar yang dibuat ulang.</li>
<li> Lingkungan Java  OpenJDK 6 yang benar-benar bebas dan open source, kini terinstal secara default. <a href="http://fedoraproject.org/wiki/IcedTea">IcedTea</a>, sebuah derivatif dari OpenJDK 1.7, kini bukan lagi sebuah default. IcedTea termasuk plug-in browser berbasis GCJ, dan tersedia untuk arsitektur x86 dan x86_64. GCJ masih sebuah default pada arsitektur PPC.</li>
<li><a href="http://fedoraproject.org/wiki/OpenOffice">OpenOffice</a> 2.4 dengan banyak fitur baru kini tersedia di Fedora 9.</li>
<li> Fedora kini memasukkan <a href="http://perldoc.perl.org/perldelta.html">Perl 5.10.0</a> dengan jejak kaki pemakaian memori yang lebih kecil dan peningkatan lainnya.</li>
<li> Fedora kini memasukkan <a href="http://www.tug.org/texlive/">TexLive</a> untuk menggantikan distribusi TeX yang telah tua dan tidak ter-<em>maintained</em>.</li>
<li> Fedora 9 berbasis kernel 2.5.25.</li>
<li> Crash pada kernel dapat secara otomatis dilaporkan ke <a href="http://www.kerneloops.org/">http://www.kerneloops.org/</a>.</li>
<li> Proses start-up dan shutdown pada X terasa mengalami peningkatan.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakelinux.jejaring.info/2008/05/14/fedora-9-telah-diluncurkan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Plugin-plugin berguna untuk Yum</title>
		<link>http://pakelinux.jejaring.info/2008/05/09/plugin-plugin-berguna-untuk-yum/</link>
		<comments>http://pakelinux.jejaring.info/2008/05/09/plugin-plugin-berguna-untuk-yum/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 19:12:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhisimon</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tips and Tricks]]></category>

		<category><![CDATA[plugins]]></category>

		<category><![CDATA[rpm]]></category>

		<category><![CDATA[yum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakelinux.jejaring.info/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Pengguna Fedora dan CentOS (atau mungkin distro linux berbasis RPM lainnya) mungkin sudah akrab dengan penggunaan yum dalam melakukan instalasi, pemutakhiran (update), dan penghapusan RPM.
Yum mendukung kemungkinan pengembangan dengan menggunakan plugin. Plugin-plugin ini berguna untuk menambahkan fungsi-fungsi tambahan pada yum.
Berikut adalah beberapa plugin yang sangat berguna sebagai ekstensi dari Yum:

 fastestmirror, plugin ini berfungsi untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://linux.duke.edu/yum/"><img class="alignleft size-full wp-image-27" title="yum" src="http://pakelinux.jejaring.info/wp-content/uploads/2008/05/yum.png" alt="" width="185" height="70" style="float: left; padding-right: 5px; padding-bottom: 5px;"  /></a>Pengguna Fedora dan CentOS (atau mungkin distro linux berbasis RPM lainnya) mungkin sudah akrab dengan penggunaan <a href="http://linux.duke.edu/yum/">yum</a> dalam melakukan instalasi, pemutakhiran (update), dan penghapusan RPM.</p>
<p>Yum mendukung kemungkinan pengembangan dengan menggunakan plugin. Plugin-plugin ini berguna untuk menambahkan fungsi-fungsi tambahan pada yum.</p>
<p><span id="more-26"></span>Berikut adalah beberapa plugin yang sangat berguna sebagai ekstensi dari Yum:</p>
<ul>
<li><em> fastestmirror</em>, plugin ini berfungsi untuk mengurutkan mirror dari repositori berdasarkan kecepatan koneksi sehingga yum diharapkan akan lebih cepat dalam mendownload paket.</li>
<li><em> priorities</em>, plugin ini berfungsi untuk menentukan prioritas repositori terhadap repositori lain sehingga suatu paket dari suatu repositori tidak akan tertimpa paket dari repositori lain.</li>
<li><em> protectbase</em>, plugin ini berfungsi seperti plugin priorities tetapi lebih sederhana, hanya untuk melindungi agar paket-paket dari suatu repositori tidak tertimpa repositori lain.</li>
<li><em> refresh-updatesd</em>, plugin ini berfungsi untuk merefresh yum-updatesd melalui DBUS jika mendeteksi adanya update ketika menggunakan yum melalui CLI.</li>
<li><em> versionlock</em>, plugin ini berfungsi untuk mengunci suatu versi dari RPM agar RPM tersebut tidak diupdate ke versi yang lebih baru.</li>
<li><em> downloadonly</em>, plugin ini berfungsi untuk hanya mendownload RPM-RPM dengan menggunakan yum tanpa harus menginstalasi RPM tersebut.</li>
</ul>
<p>Senarai dari plugin-plugin yum lain dapat dilihat di <a href="http://wiki.linux.duke.edu/YumPlugins">http://wiki.linux.duke.edu/YumPlugins</a> atau dengan menggunakan perintah:</p>
<blockquote><p><code>$ yum list yum-*</code></p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakelinux.jejaring.info/2008/05/09/plugin-plugin-berguna-untuk-yum/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>EPEL, paket ekstra untuk RHEL</title>
		<link>http://pakelinux.jejaring.info/2008/03/25/epel-paket-ekstra-untuk-rhel/</link>
		<comments>http://pakelinux.jejaring.info/2008/03/25/epel-paket-ekstra-untuk-rhel/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2008 16:51:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhisimon</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tips and Tricks]]></category>

		<category><![CDATA[centos]]></category>

		<category><![CDATA[epel]]></category>

		<category><![CDATA[fedora]]></category>

		<category><![CDATA[redhat]]></category>

		<category><![CDATA[repository]]></category>

		<category><![CDATA[rhel]]></category>

		<category><![CDATA[rpm]]></category>

		<category><![CDATA[server]]></category>

		<category><![CDATA[yum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakelinux.jejaring.info/2008/03/25/epel-paket-ekstra-untuk-rhel/</guid>
		<description><![CDATA[Saya menyukai distro Fedora karena keragaman dan kemutakhiran (baca: update) paket-paket RPM-nya. Akan tetapi saya menyadari penggunaan Fedora pada server sangat merepotkan karena daur hidup satu versi Fedora sangat singkat. Oleh karena itu, saya biasa menggunakan CentOS yang merupakan clone dari RHEL (Red Hat Enterprise Linux).
Seringkali saya menyukai suatu RPM yang ada di repositori Fedora [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya menyukai distro <a href="http://fedoraproject.org/">Fedora</a> karena keragaman dan kemutakhiran (baca: update) paket-paket RPM-nya. Akan tetapi saya menyadari penggunaan Fedora pada server sangat merepotkan karena daur hidup satu versi Fedora sangat singkat. Oleh karena itu, saya biasa menggunakan <a href="http://www.centos.org/">CentOS</a> yang merupakan <em>clone</em> dari <a href="http://www.redhat.com/">RHEL (Red Hat Enterprise Linux)</a>.</p>
<p>Seringkali saya menyukai suatu RPM yang ada di repositori Fedora namun tidak terdapat pada repositori CentOS. Padahal saya membutuhkan paket tersebut untuk dipakai di server saya yang menggunakan CentOS.</p>
<p><span id="more-25"></span>Cara pertama yang paling &#8220;klasik&#8221; agar dapat menggunakan suatu paket di Linux adalah dengan cara mendownload kode sumber paket tersebut dari situs terkait yang biasanya dalam format tar.gz atau tar.bz2 dan mengkompilasinya sendiri.</p>
<p>Cara kedua yang lebih bersahabat dengan distro-distro berbasis RPM adalah membuat RPM dari kode sumber cara pertama.</p>
<p>Kedua cara tersebut bisa dibilang dapat memenuhi kebutuhan untuk menginstalasi semua aplikasi. Akan tetapi, kedua cara tersebut masih cukup merepotkan karena tidak terintegrasi dengan &#8220;yum&#8221; sehingga menyulitkan saya untuk mengupdatenya karena saya harus mengkompilasi sendiri jika ada update dari paket tersebut.</p>
<p>Solusi yang paling saya sukai untuk memakai paket-paket Fedora di CentOS dan distro turunan dari RHEL lainnya adalah dengan menggunakan <a href="http://fedoraproject.org/wiki/EPEL">EPEL (Extra Packages for Enterprise Linux)</a>.</p>
<blockquote><p>EPEL is a volunteer-based community effort from the Fedora project to create a repository of high-quality add-on packages that complement the Fedora-based Red Hat Enterprise Linux (RHEL) and its compatible spinoffs such as CentOS or Scientific Linux.</p></blockquote>
<p>Dengan menggunakan repositori RPM EPEL, saya dapat menggunakan paket-paket khas Fedora di server-server CentOS saya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakelinux.jejaring.info/2008/03/25/epel-paket-ekstra-untuk-rhel/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tips and Tricks: Fungsi ControlMaster di SSH, multi sesi dalam satu koneksi</title>
		<link>http://pakelinux.jejaring.info/2007/10/31/tips-and-tricks-fungsi-controlmaster-di-ssh-multi-sesi-dalam-satu-koneksi/</link>
		<comments>http://pakelinux.jejaring.info/2007/10/31/tips-and-tricks-fungsi-controlmaster-di-ssh-multi-sesi-dalam-satu-koneksi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Oct 2007 17:58:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhisimon</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tips and Tricks]]></category>

		<category><![CDATA[remote]]></category>

		<category><![CDATA[ssh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakelinux.jejaring.info/2007/10/31/tips-and-tricks-fungsi-controlmaster-di-ssh-multi-sesi-dalam-satu-koneksi/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam mengakses sebuah server secara remote dengan menggunakan SSH (Secure Shell), seringkali kita menjalankan banyak sesi SSH secara bersamaan ke server tersebut. Setiap kita membuka sebuah sesi SSH, dibutuhkan pembentukan koneksi socket baru dan inisialisasi protokol SSH yang menghabiskan cukup waktu. Terlebih jika lokasi anda dan server tujuan anda terpisah oleh koneksi yang lambat.
Sebenarnya, anda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam mengakses sebuah server secara remote dengan menggunakan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Secure_Shell" title="entri SSH di wikipedia">SSH (Secure Shell)</a>, seringkali kita menjalankan banyak sesi SSH secara bersamaan ke server tersebut. Setiap kita membuka sebuah sesi SSH, dibutuhkan pembentukan koneksi socket baru dan inisialisasi protokol SSH yang menghabiskan cukup waktu. Terlebih jika lokasi anda dan server tujuan anda terpisah oleh <em>koneksi yang lambat</em>.</p>
<p>Sebenarnya, anda dapat menggunakan fitur ControlMaster pada OpenSSH. Fitur ini memungkinkan penggunaan ulang socket  koneksi pada sesi SSH pertama untuk dipakai bersama dengan  sesi-sesi lain ke server yang sama.</p>
<p><span id="more-16"></span>Untuk mengaktifkan fasilitas ControlMaster, anda dapat menambahkan parameter &#8220;-o ControlMaster=auto&#8221; setiap anda menggunakan SSH atau anda dapat menambahkan baris-baris berikut pada file konfigurasi klien SSH anda (biasanya terletak di file .ssh/config di <em>home directory</em> anda):</p>
<p><code>Host *<br />
ControlMaster auto<br />
ControlPath ~/.ssh/master-%r@%h:%p</code></p>
<p>Dengan ControlMaster, sesi pertama akan menjadi master. Setiap anda membuat sesi baru dengan tujuan server dan user id yang sama, sesi-sesi baru itu akan menggunakan socket koneksi yang sama selama sesi pertama yang menjadi master masih aktif.</p>
<p>Untuk informasi lebih detail dapat dilihat di manual konfigurasi SSH</p>
<p><code>man ssh_config</code></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakelinux.jejaring.info/2007/10/31/tips-and-tricks-fungsi-controlmaster-di-ssh-multi-sesi-dalam-satu-koneksi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
