This entry was posted on Wednesday, September 24th, 2008 at 12:56 am |
No Comments »
Posted in Tips and Tricks
Tags: connmark, iptables, loadbalancing, nat, networking, routing
Sebuah organisasi berlangganan koneksi INTERNET ke lebih dari satu ISP (Internet Service Provider). Salah satu metoda untuk mengoptimalisasikan penggunaan bandwidth adalah menggabungkan koneksi-koneksi tersebut sehingga trafik dari jaringan lokal organisasi tersebut ke INTERNET secara otomatis tersebar melalui beberapa ISP. Konsep ini dinamakan Load Balancing.

Baca kelengkapan dari artikel ‘Load Balancing yang bersahabat dengan NAT’
This entry was posted on Thursday, September 11th, 2008 at 3:49 am |
1 Comment »
Posted in Tips and Tricks
Tags: bash, calculator
Bash, adalah sebuah shell Command-Line Interface yang sangat popular di lingkungan Unix/Linux. Seperti layaknya shell pada Unix, Bash bukanlah sebuah shell sederhana. Ia dilengkapi banyak fitur.
Salah satu penggunaan fitur pada Bash adalah sebagai kalkulator simpel, sederhana, dan ringkas. Jika anda berada dalam modus command-line, anda tidak perlu menjalankan aplikasi kalkulator untuk melakukan proses kalkulasi sederhana. Cukup jalankan perintah-perintah seperti berikut dalam shell Bash anda:
$ echo $(( 2 * 3 ))
$ echo $(( 1024 * 1024 ))
$ echo $(( 2321 * 3 - 4 ))
Selamat mencoba!
Catatan:
Jangan ketik ‘$’ pada awal perintah seperti contoh-contoh perintah di atas. Tanda ‘$’ di awal baris hanya merupakan simbol shell command-line.
This entry was posted on Thursday, September 11th, 2008 at 3:00 am |
No Comments »
Posted in Dogma Linux, Tips and Tricks
Tags: administrator, security, su, sudo, visudo
Hindari login ke sistem sebagai ‘root’, mengapa? Jawaban singkatnya, karena alasan keamanan sistem dan integritas data!
Jika anda terbiasa login sebagai “administrator” pada sistem operasi lain, kurangi, bahkan hapus kebiasaan anda login ke sistem sebagai user pada level “super user”. Kebiasaan tersebut sangat beresiko. Bayangkan jika tanpa sengaja anda menghapus file-file penting pada sistem, baik karena salah klik mouse pada antarmuka grafis, ataupun salah perintah “rm -rf” di direktori /.
Baca kelengkapan dari artikel ‘Hindari login ke sistem sebagai root’
This entry was posted on Thursday, September 11th, 2008 at 1:55 am |
No Comments »
Posted in Tutorial Dasar
Tags: command-line, redhat, rpm

RPM (RPM Package Manager atau RedHat Package Manager) adalah sebuah sistem yang mengatur paket-paket yang terinstal di sistem. Dipelopori oleh Red Hat untuk Red Hat Linux, saat ini RPM digunakan pula oleh banyak distribusi besar linux lainnya.
RPM secara garis besar terdiri dari dua hal, RPM sebagai sistem manajemen paket-paket di sistem, dan juga RPM sebagai file paket yang dapat di-install pada sistem RPM.
Baca kelengkapan dari artikel ‘Pengenalan singkat RPM (RPM Package Manager)’
This entry was posted on Thursday, September 11th, 2008 at 1:33 am |
1 Comment »
Posted in Tutorial Dasar
Tags: filesystem, standard
Unix merupakan sebuah keluarga besar sistem operasi. Terdapat beberapa sistem operasi yang merupakan anggota keluarga Unix. Bahkan Linux sebagai salah satu anggota, memiliki banyak varian distribusi. Keragaman ini membutuhkan sebuah standarisasi yang diantaranya untuk menjaga kompabilitas sistem. Salah satu standar yang diakui adalah Filesystem Hierarchy Standard (FHS) yang merupakan sebuah kesepakatan direktori-direktori utama pada filesystem.
Baca kelengkapan dari artikel ‘Filesystem Hierarchy Standard (FHS)’
This entry was posted on Monday, September 8th, 2008 at 10:51 pm |
No Comments »
Posted in Multimedia di Linux, Troubleshooting Linux
Tags: fedora, firefox, flash, plugins, pulseaudio, sound
Setelah beberapa lama saya memakai desktop Linux Fedora 9, saya akhirnya menyadari kalau plugin flash di firefox tidak dapat mengeluarkan suara. Flash-flash yang ditampilkan bisu. Termasuk video-video pada YouTube.
Setelah googling sana-sini, akhirnya saya menemukan sebuah entri lama di suatu blog, firefox: no sound on flash videos. Intinya, ternyata adobe-flash-plugin yang saya install melalui yum tidak memasukkan libflashsupport sebagai dependencies. Padahal pada libflashsupport-lah tersedia antarmuka ke sistem suara, dalam hal ini pulseaudio.
Untuk memperbaiki permasalahan ini, cukup menjalankan satu perintah:
yum install libflashsupport
Tadaaaaa… akhirnya saya bisa menonton video-video di YouTube lengkap dengan suaranya.
This entry was posted on Wednesday, May 14th, 2008 at 11:26 am |
2 Comments »
Posted in Desktop Linux
Tags: fedora

Fedora 9 telah diluncurkan. Fitur-fitur pada release ini diantaranya adalah (diterjemahkan secara bebas dari Release Note):
Baca kelengkapan dari artikel ‘Fedora 9 telah diluncurkan’
This entry was posted on Friday, May 9th, 2008 at 2:12 am |
No Comments »
Posted in Tips and Tricks
Tags: plugins, rpm, yum
Pengguna Fedora dan CentOS (atau mungkin distro linux berbasis RPM lainnya) mungkin sudah akrab dengan penggunaan yum dalam melakukan instalasi, pemutakhiran (update), dan penghapusan RPM.
Yum mendukung kemungkinan pengembangan dengan menggunakan plugin. Plugin-plugin ini berguna untuk menambahkan fungsi-fungsi tambahan pada yum.
Baca kelengkapan dari artikel ‘Plugin-plugin berguna untuk Yum’
This entry was posted on Tuesday, March 25th, 2008 at 11:51 pm |
No Comments »
Posted in Tips and Tricks
Tags: centos, epel, fedora, redhat, repository, rhel, rpm, server, yum
Saya menyukai distro Fedora karena keragaman dan kemutakhiran (baca: update) paket-paket RPM-nya. Akan tetapi saya menyadari penggunaan Fedora pada server sangat merepotkan karena daur hidup satu versi Fedora sangat singkat. Oleh karena itu, saya biasa menggunakan CentOS yang merupakan clone dari RHEL (Red Hat Enterprise Linux).
Seringkali saya menyukai suatu RPM yang ada di repositori Fedora namun tidak terdapat pada repositori CentOS. Padahal saya membutuhkan paket tersebut untuk dipakai di server saya yang menggunakan CentOS.
Baca kelengkapan dari artikel ‘EPEL, paket ekstra untuk RHEL’
This entry was posted on Wednesday, October 31st, 2007 at 12:58 am |
No Comments »
Posted in Tips and Tricks
Tags: remote, ssh
Dalam mengakses sebuah server secara remote dengan menggunakan SSH (Secure Shell), seringkali kita menjalankan banyak sesi SSH secara bersamaan ke server tersebut. Setiap kita membuka sebuah sesi SSH, dibutuhkan pembentukan koneksi socket baru dan inisialisasi protokol SSH yang menghabiskan cukup waktu. Terlebih jika lokasi anda dan server tujuan anda terpisah oleh koneksi yang lambat.
Sebenarnya, anda dapat menggunakan fitur ControlMaster pada OpenSSH. Fitur ini memungkinkan penggunaan ulang socket koneksi pada sesi SSH pertama untuk dipakai bersama dengan sesi-sesi lain ke server yang sama.
Baca kelengkapan dari artikel ‘Tips and Tricks: Fungsi ControlMaster di SSH, multi sesi dalam satu koneksi’